Menanti tangis berhenti (lagi)
Kemarin malam, di saat Jakarta dirudung hujan gerimis bechek bechek ga ada ojhek.. *halah* 5 anak manusia berkumpul selepas kuliah malam lagi, sekadar melepas penat sambil meratapi ngobrolin isu isu yang tidak penting tapi menarik
.
Nongkrong di lobby kampus, ngedeprok di lantai. Dari duduk sopan bersila, sampai ngengkang ga jelas untungnya ga sampe tiduran.
. Pembicaraan dimulai dari ngobrol ngobrol soal life.. hehe.. yah standar banget lah. Ngomongin kerjaan dan sebagainya. Tapi namanya juga lelaki normal, buntut buntutnya juga ngomongin soal cewek
hehehe..
For the details, kayanya mending tidak dipublikasikan di sini. Secara agak vulgar walaupun segar segar.. hehe.. tapi ada beberapa pelajaran berharga yang bisa diambil dari ngobrol ngobrol kemaren. Ada 1 teman yang sharing tentang dirinya, betapa dia shock ketika menyadari kalau wanita yang selama ini dipacari nya ternyata ga sebaik yang dia kira, bahwa ternyata yang selama ini dia lihat itu hanya topeng belaka.
Cuma, hebatnya si teman itu bisa dengan tetap tegar menerima wanitanya apa adanya. Terus, penasaran dong kita. Kenapa sih dia segitu relanya tetap menyayangi si wanita? Simple jawaban dia..
Do the best.. Prepare for the worst..
Simple sentence, tapi kadang kita suka ga aware dengan hal tersebut. Bahwa kita itu harus selalu melakukan yang terbaik, terutama orang yang kita cintai, sekaligus di saat yang bersamaan lapang dada dan siap dalam menerima hal yang terburuk sekalipun.
Namanya kita sebagai manusia, you should expect nothing from other. In fact you should be prepared to face bad things.. even the worst. Ketahuilah segala yang kita lakukan pasti ada efek negatif di belakangnya. Entah seburuk apapun, *klo kata orang IT sih.. kita musi siap Disaster Recovery Plan* wakakakak..
Another great quotes from the different person
I’ll never know whether she is the last one.. but I do try to made so..
Kita tidak tahu apakah orang yang disamping kita saat ini adalah yang terakhir. Tapi ketika kita mau mulai suatu relationship, cobalah untuk membuatnya jadi yang terakhir, Memang pada nantinya bukan kita lah yang menentukan hal tersebut benar adanya atau tidak.. coba lirik lirik ke atas deh.. *eh.. emang jawabannya ada di atas?
* tapi kita at least berusaha membuatnya menjadi yang terakhir.
Somehow ada kesamaan diantara kami ber 5..
A relationship is started for a goal..
Not something to be play on.. It’s something to be done seriously. hehehe.. jadi inget bejatnya prinsip 1 orang teman, Dia ga mau make a relationship cepat cepat. Tapi kalo dilihat, tiap malam minggu kok ada aja yang nemenin. eh ternyata it’s just his “teman malam minggu” halah.. Anyway tetep ada good point nya, He only wants to start a relationship for a serious one. Jadi kalo uda jadian, nah dipastikanlah serius ![]()
Hm.. sebenarnya masih banyak pelajaran lain yang bisa diambil, tapi bahaya kalo semuanya disharing di sini
.. bisa bisa blog ini kena blokir pemerintah republik Indonesia
. Thanks friends for keep on reminding each other about this precious lesson ![]()
Tit Tit Tit.. bunyi handphone, Hm.. a message..
reply reply sebentar sambil lirik lirik jam, wah buset uda jam 23:40, Time flies so fast when you’re with the greatest buddy yak. Bubarlah kita, memacu motor kembali pulang menembus gelapnya malam di Jakarta.
*Anjrit.. setelah dibaca ulang koq.. kayanya bukan anung yang nulis nih!* ![]()