Pilihan Hidup

Minggu lalu udah mulai start kuliah lagi, salah satu mata kuliah menarik yaitu Business Ethics.. Wah.. dari namanya aja uda kelihatan dua sisi tajam nih.. :D..

Singkat cerita, hari pertama kuliah diisi dengan konsep mengenai apa yang akan dipelajari selama 1 term ini. Kasus pertama dibuka yaitu “Parable of the sadhu”. Kasusnya bagus sih coba search google kalau mau tau soal lengkapnya.. :) intinya tentang.. apakah kita harus menolong seseorang yang kesusahan dengan mengorbankan tujuan utama kita.

Jawaban mana aja sebenernya ga ada yang salah dan ga ada yang benar… dan bukan itu yang pengen anung bahas di sini..

Diskusi dimulai, pendapat pendapat terlontar, jawaban mulai kekumpul mengenai alasan kenapa kita harus menolong ataupun tidak..

Sampai suatu ketika, sang dosen menanyakan ke anung, Why we should help the sadhu? hm.. udah banyak jawaban yang disebut…

Bingung juga.. terdiam anung berpikir sebentar.. dan kepikiran 1 hal.. “Karma pak!” Yup.. cuma sekadar kelintas aja.. We do good.. we get good..

Ok.. sampe situ ga ada problem berarti.. jawabannya cukup ok kata dosennya.. Tapi cring… tiba tiba tu dosen memunculkan pertanyaan yang menohok nohok…

Agama kamu apa anung?
Read more…

Repost:Agama Saya Cinta

This is so me.. really really very me.. *halah inggris apaan ini si anung :))*

Tapi ini hasil copy paste dari Gede Prama, one of my favourite :). Please enjoy..

==================================================================

Agama Saya Cinta

Gede Prama

Paradoks, itulah judul yang diberikan terhadap kecenderungan kekinian dalam kehidupan. John Naisbitt adalah salah satu tokoh yang berkontribusi besar terhadap populernya terminologi paradoks.

Fundamental dalam pikiran orang- orang seperti Naisbitt, bila ada kecenderungan yang keluar dari rel akal sehat, dengan mudah masuk ke kotak paradoks. Sebagian dari manusia yang memberi judul paradoks kemudian kecewa, sebagian lagi malah bertumbuh justru karena paradoks. Tulisan ini berharap, mudah-mudahan lebih banyak sahabat yang dibuat bertumbuh oleh paradoks-paradoks berikut. Tidak menjadi niat tulisan ini agar paradoks-paradoks berikut menjadi awal permusuhan dan kecurigaan baru.

Sebagian paradoks yang layak dicermati adalah apa yang terjadi di Bali, India, Tibet, sampai Timur Tengah. Bali, sebagaimana dikomunikasikan dalam waktu lama oleh industri pariwisata, adalah pulau kedamaian. Namun, di sini juga ribuan manusia dibantai karena judul komunis di tahun 1965. Di sini juga dua bom teroris meraung-raung memakan banyak jiwa manusia. Di sini juga sebuah kota terbakar karena calon presiden yang didukung tidak terpilih di tahun 1999. Di Bali juga terjadi orang yang sudah meninggal pun masih dihalangi agar pulang secara damai.
Read more…

FWD: RE: Idiotic Religious Rivalries

I found this article very good. Open our eyes.. yah.. walaupun tetep ada paragraf yang anung ga demen.. (bagian Son) :) tapi overall oke lah.. sumber asli dari sini. Buat yang ga berkenan. Em.. so sorry, ga ada maksud apapun yah cuma mo sharing. :).

Sumtimes sebel aja ngeliat orang yang terlalu fanatik sama agamanya sendiri, nganggap agamanya yang terbaik. nganggap dia yang paling ngerti tentang bagaimana kita harus menjalankan hidup. yah.. moga moga aja post ini bisa lebih membuka mata.

Anung pribadi? em.. lom ketemu yang cocok hahahaha.. yah.. yang penting saya masih percaya ada Dia. O:)

Read more…